Merdeka Tanpa Asap dan Debu


Merdeka Tanpa Asap dan Debu
Di Kota Cilacap
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), dibangun di kabupaten Cilacap, Jawa Tengah Pembangkit listrik ini dibangun sejak 29 Desember 2003, berlokasi di desa Karangkandri, kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, sekitar 10 kilometer ke arah timur dari pusat kota Cilacap. Pembangkit listrik ini berbahanbakar berupa batubara yang masuk ke dalam interkoneksi Jawa-Bali yang penyalurannya dilakukan oleh pusat penyaluran beban gandul, Cinere, Jawa Barat. Adapun kontraktor yang kali pertama membangun adalah PT Sumber Segara Primadaya (S2P) bersama Chenda Enginering dari China.
Secara komersial, PLTU Karangkandri beroperasi sejak Februari 2006 untuk unit 1 (pertama) yang pengoperasiannya diresmikan kali pertama oleh presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, November 2006.





Secara kepemilikan, PLTU Karangkandri merupakan perusahaan pembangkit listrik yang dimiliki swasta yaitu PT Sumber Segara Primadaya yang merupakan gabungan dari PT Pembangkit Listrik Jawa Bali.Pada tahun 2015 Kabupaten Cilacap juga ditempati oleh pambangunan pembangkit listrik tenaga uap terbesar di dunia, berlokasi di kecamatan Adipala.
Tentu saja seiring dengan berjalannya waktu, banyak hal yang terjadi ada sisi positif dan negatifnya. Sisi positifnya banyak warga lokal yang mendapatkan pekerjaan dari adanya pembangunan PLTU ini, karna sebagian besar penduduk bekerja sebagai nelayan, dan setelah adanya PLTU ini  banyak yang berpindah untuk bekerja di PLTU ini.Bahkan dari banyak daerah berbondong-bondong datang ke kota cilacap untuk bisa mendaftar bekerja di PLTU ini.

Tapi tak lepas dari itu banyak sekali dampak negatif yang bisa masyarakat terima, semakin hari warga semakin resah. Seiring bertambahnya tahun PLTU ini semakin memakan tempat di daerah setempat. Banyak masyarakat yang terpaksa pindah rumah karna tanah yang mereka tempati berdekatan sekali dengan bangunan-bangunan PLTU dan tentunya hal ini sangat berpengaruhuntuk kesehatan mereka. Banyak warga yang terpaksa harus menjual tanah, rumah, dan sawah karena banyak faktor, yang pertama karna semakin hari bangunan PLTU semakin memakan banyak tempat dan harus memakan tanah warga. Walaupun tanah mereka di beli dengan harga tinggi, tapi banyak warga yang masih tidak mau menjual tanah dan rumahnya. Tapi hal ini mempunyai 2 sisi yang sulit, di satu sisi warga menyelamatkan tanah mereka tinggal, tapi disisi lain ini juga membahayakan kesehatan mereka.




Karena hidup di daerah dekat PLTU itu sangat tidak sehat. Banyak debu dan asap yang akan mereka hirup sehari-hari karena tempat tinggal mereka yang sangat dekat sekali dengan PLTU ini. Warga semakin tahu dan peduli tentang kesehatan mereka, seperti yang kita tahu PLTU ini bekerja dengan mengeluarkan asap, tidak hanya itu bahan yang di pakai juga menggunakan batubara, batubara yang mereka angkut dari 2 jalur dari darat dan dari laut. Hal ini sangat mengganggu untuk warga sekitar. Bau batubara bisa menyebar kemana-mana, belum lagi debu yang dihasilkan olah truk truk besar pengangkut batubara, hal ini menyebabkan udara tidak

 sehat.Bukan hanya untuk orang dewasa, banyak anak-anak yang hidup di daerah tersebut. Belum lagi uap atau asap yang di keluarkan oleh PLTU, hal ini sangat berbahayauntuk kesehatan. Menurut banyak para ahli polusi udara dari PLTU dapat menghasilkan partikel halus PM2.5. PM2.5 adalah partikel halus yang dihasilkan dari semua jenis pembakaran, termasuk pembangkit listrik. Partikel ini akan menetap di udara dalam jangka waktu lama dan tertiup angin hingga ratusan mil.PM2.5 mengandung senyawa beracun yang jika terhirup dapat masuk hingga aliran darah manusia sehingga dalam jangka panjang dapat menyebabkan asma, infeksi pernapasan akut, kanker paru-paru, dan memperpendek harapan hidup.

Selain itu,  PLTU menghasilkan emisi Nitrogen Dioksida  (NO2) dan Sulfur Dioksida (SO2) yang dapat meningkatkan risiko penyakit pernafasan dan jantung pada orang dewasa, emisi tersebut juga dapat menyebabkan hujan asam yang merusak tanaman dan tanah, serta membawa kandungan logam berat beracun, seperti arsenik, nikel, krom, timbal, dan merkuri. merkuri masuk ke dalam tubuh manusia melalui sayuran atau hewan yang sudah mengandung merkuri sebelumnya karena sifat merkuri yang dapat mengendap.
“Merkuri bisa mengendap dan berakumulasi di dalam tanaman terutama yang bahaya adalah nasi. Dari hal tersebut, bisa merembet kepada manusia yang memakan nasi. Merkuri bisa menyebabkan penurunan IQ, gangguan saraf, dan meningkatkan kemungkinan cacat lahir pada manusia.Yang perlu diperhatikan adalah, dampak dari merkuri ini tidak muncul seketika. Artinya, penyakit yang disebabkan oleh merkuri baru akan muncul setelah bertahun-tahun merkuri mengendap di dalam tubuh manusia. Hal ini menyebabkan warga demo beberapa kali untuk bisa mengatasi hal ini tapi tidak ada pengaruhnya sama sekali. Warga juga sempat meminta bantuan Mahasiswa untuk membantu warga menyampaikan suaranya.

Tidak hanya masalah kesehatan masyarakat yang terganggu dengan asap dan debu yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan adanya PLTU ini banyak pekerja asing yang harus datangke kota cilacap untuk bekerja, dan para pekerja asing itu sebagian besar berasal dari negara china. Mereka berbondong-bondong datang untuk bekerja di sini.

Sebenarnya masalah didirikannya PLTU di kota Cilacap ini, ada sisi yang membantu masyarakat sekira juga. Banyak juga masyarakat yang terbantu dengan adanya PLTU ini, banyak masyarakat yang di bantu dalam segi pendidikan, dan banyak juga masyarakat yang sering dibantu dari segi kebutuhan sehari-hari.Hal ini membantu masyarakat untuk meringankan beban masyarakat sekitar.
Banyak anak-anak yang sedang mengampu jenjang pendidikan SD, SMP, maupun SMA mendapat beasiswa dari PLTU, mereka yang berprestasi mendapat bantuan untuk bisa sekolah lebih tinggi lagi.

Tak banyak beasiswa yang di berikan, siswa yang berprestasi juga bisa masuk bekerja di PLTU. Selain dari perihal pendidikan dan bantuan sandang pangan. PLTU juga membayar tanah warga dengan harga mahal, dengan seperti itu banyak juga masyarakat yang tergiur untuk menjual tanah miliknya. Dalam sudut pandang para pekerja nelayan, dengan adanya pltu ini sangat merugikan nelayan-nelayan sekitar karna dampak dari pembangunan pltu ini menyebabkan ikan ikan di laut sekitar jarang, hal ini di karena kan pembangunan proyek pltu yang di buat sampai mengarah ke laut panjangnya, kemungkinan hal ini menyebabkan ikan ikan pada berpindah tempat. Hal ini yang menyebabkan banyak nelayan yang terkadang harus berhenti berlayar mencari ikan.

Seiring berjalannya waktu, dampak dengan adanya PLTU ini juga berpengaruh terhadap pertanian, banyak sawah sawah yang sudah jarang di kelolah. Hal ini biasanya terjadi karena susahnya mendapat air untuk bercocok tanam.Akibatnya hal itu membuat tanah sawah menjadi kering dan tanaman mati. Dampak negatifnya memang sangat banyak, selain mengganggu pernafasan masyarakat sehari hari karna harus menghirup asap yang di hasilkan dan gejala gejala kecil yang sering bermunculan seperti batuk,Bronkitis, TB, Ispa, dan sebagainya. Dampak ini sangat terasa oleh desa atau dusun yang letaknya sangat berdekatan dengan PLTU ini yakni dusun winong, Desa Slarang, Kecamatan Kesugihan letaknya yang sangat berdekatan membuat dampak ini sangat tersan warga desa tersebut seperti menurunnya kualitas lingkungan hidup, dan bahan ekonomi mereka yang semakin hari semakin merosot karna mata pencaharian mereka berkurang di sektor pertanian.

Tempat pembuangan limbah dari hasil pengelolaan ini juga berdekatan dengan desa tersebut, tentunya hal ini sangat mengganggu masyarakat sekitar apalagi menyangkut dengan kesehatan mereka. Warga desa Winona sudah sering kali melakukan upaya-upaya untuk menyuarakan hak hak mereka, namun belum ada jawaban penyelesaian dan pengadilan akibat pencemaran lingkungan yang di sebabkan adanya PLTU ini. Warga sekitar sangat mengharapkan keadilan pemerintah dengan adanya hal ini, lingkungan jadi tercemar, mata pencaharian jadi hilang, tapi sampai sekarang belum ada kepastian yang di berikan pemerintah. Pencemaran dimana-mana, di air, di udara, dan di lingkungan sekitar, bertahun-tahun masyarakat harus hidup berdampingan dengan udara yang tidak sehat, yang tercemar, yang mengandung banyak penyakit jika masuk ke tubuh manusia. Bahkan dengan hal ini, debu-debu setiap saat berterbangan ke lantai rumah milik warga bahkan masuk ke rumah warga.

Hal ini membuat lingkungan benar-benar kotor, apalagi jika musim kemarau dampak negatif ini sangat terasa oleh warga sekitar, teras rumah warga semua kotor akibat debu. Hal ini sangat mengganggu aktivitas warga sekitar dan mengganggu kenyamanan. Warga hanya ingin aktivitas PLTU juga melihat kenyamanan dan kesehatan masyarakat sekitar. Sudah bertahun-tahun lamanya warga harus hidup di lingkungan yang sangat tercemar dan bau menyengat akibat proses kegiatan PLTU ini.










Dalam aksi unjuk rasa yang pernah d lakukan warga, warga winong juga sudah pernah meminta agar aktivitas pekerjaan yang menghasilkan limbah di sekitar lingkungan warga itu dihentikan karena tempatnya sangat berdekatan dengan rumah warga sedangkan limbah tersebut berbahaya dan beracun hasil pengelolaan dari batu bara. Warga winong merupakan warga yang bisa di bilang cukup sadar akan kesehatan di lingkungan mereka, aksi yang di tunjukan oleh warga winong juga bertujuan untuk menyadarkan warga warga dari desa Menganti, katangkandri dan sekitarnya yang lokasinya berdekatan dengan PLTU supaya sadar akan pentingkan kesehatan di tempat yang kita tinggali.

Semakin bertambahnya tahun, pembangkit di PLTU juga semakin banyak yang tadinya hanya satu sekarang bertambah menjadi tiga, hal ini akan lebih membuat udara di desa terdekat menjadi lebih kotor.Dampak lainnya juga terjadi di jalan, akibat banyaknya truk truk yang mengangkut batubara untuk PLTU hal ini menyebabkan rusaknya jalanan sekitar, jalanan sering berlubang dan hancur karna seringnya terlintas oleh truk besar, hal ini sangat mengganggu aktivitas warga sekitar karena jalanan itu jalanan yang di lintasi semua orang atau bisa di sebut jalanan umum, apalagi jika musim hujan dan banjir, lubang bisa tertutup oleh genangan air dan hal ini bisa menyebabkan warga atau masyarakat yang melintas di lintasan atau jalan tersebut tidak bisa mengetahui ada lubang yang tertutup genangan air.

 Hal ini sangat membahayakan keselamatan warga sekitar. Jalan sudah sering di perbaiki beberapa kali tapi kerusakan terusterulang dan terjadi, banyaknya truk-truk besar yang lewat juga membahayakan keselamatan warga sekitar, batubara yang mereka bawa biasanya berjatuhan batu-batu yang kecil-kecil hal ini membahayakan warga yang mengemudi di belakangnya, karena batu yang jatuh dari truk juga bisa jatuh kemana-mana. 

Belum lagi jika ada proyek pembangunan PLTU yang di angkut oleh truk truk bukan hanya batubara saja, tetapi juga pasir-pasir san batu batu bangunan. Seperti halnya batubara, pasir dan batu besarpun juga membahayakan warga karena yang mengangkut pasir,batu, dan batubara tidak hanya satu truk tapi puluhan dan kapasitasnya besar atau banyak. Hal ini membuat warga was-was jika melintas di jalanan takut terkena serpihan batu dan pasir yang berjatuhan. Belum lagi jika truk truk ini antri untuk masuk ke dalam PLTU, kondisi ini membuat jalanan penuh. Apalagi di dekat daerah tersebut terdapat sekolahan dasar yang sangat membahayakan anak-anak kecil yang berangkat ataupun pulang sekolah karena melewati jalan persis tepat lewat di depan PLTU.

Sekarang sudah terdapat tempat untuk batubara itu sendiri di dekat jalan, dan setiap pagi bahkan asap dari batubara yang panas itu sering menutupi jalanan, karena asapnya tebal dan hitam di tambah baunya yang sangat menyengat. Di samping itu proses yang dilakukan PLTU ini juga menghasilkan bunyi yang berisik dan hal ini bisa terdengar sampai ratusan meter. Memang dalam hal urusan jalan yang berdebu itu PLTU biasa menyiram keliling jalanan yang di lewati truk-truk besar untuk mengurangi debu yang di hasilkan, tetapi hal ini tidak bisa membuat rumah rumah warga jadi bebas debu, karena debu yang berterbangan di rumah tetap tebal dan setiap hari seperti ini. Hal ini memang sangat mengganggu warga sekitar.

Udara di sekitar lingkungan juga menjadi panas, karna dampak PLTU ini, sekarang PLTU sudah memakan tanah yanh sangat luas, perumahan yang dulu di tinggali banyak warga sekarang sudah rata tinggal 1 masjid yang masih berdiri kokoh. Setiap hari warga harus berdampingan dengan asap dan debu yang mengandung banyak penyakit. Kesehatan mereka menjadi taruhannya, bahkan air yang mereka pakai juga tercemar, udara yang mereka hidup kotor, suara warga sudah sering kali di utarakan, warga meminta keadilan dan kedamaian untuk semuanya, warga ingin hidup dengan lingkungan yang bersih agar warga bisa hidup sehat. Tapi usaha demi usaha yang sudah di lakukan masih belum menemukan titik terang untuk warga sekitar.

Warga sudah bertahun-tahun hidup dengan menghidup udara kotor dan berdebu, sawah warga mengering, ikan ikan langka, sudah banyak warga yang meninggalkan rumah tinggal mereka untuk di jual dan memilih pindah, itu aalah satu jalan agar mereka bisa bebas dari udara sekitar yang kotor. Tapi bagi warga yang ingin tetap mempertahankan rumah mereka bagaimana? Mereka hanya bisa berjuang untuk hidup besok, sebagian warga bahkan takut jika harus pindah rumah pekerjaan apa yang mereka dapat, karna semua yang mereka miliki ada di situ, sebagian besar penduduk bekerja sebagai nelayan dan petani, jika mereka terpaksa harus pindah pekerjaan apa yang harus mereka lakukan? Karena tanah kelahiran mereka terpaksa di tinggalkan.

Sebagian rumah-rumah warga kosong tidak berpenghuni, tidak mau di jual tetapi juga tidak mau menempati, itu mungkin cara mereka untuk tetap bisa mempertahankan tanah kelahiran mereka tetapi di sisi lain mereka juga harus hidup dengan lingkungan yang lebih baik.


 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Film The BANG BANG CLUB

Es Kapal

New Normal Pengaruhi Budaya Nongkrong