Berbagi Kue Lebaran di Tengah Pandemi

Lebaran kali ini tidak seperti lebaran tahun-tahun sebelumnya.
Di lebaran kali ini, biasanya kita semua kumpul untuk merayakan lebaran bersama keluarga besar, tetapi di saat saat seperti ini, kita harus tetap mematuhi peraturan dari pemerintah untuk tetap menjaga jarak dan jaga kebersihan.
Di lebaran biasanya kita berkumpul untuk menikmati kue buatan anak tertua di keluarga besar, tetapi karena kondisi yang tidak memungkinkan, kegiatan ini kita ganti dengan mengirim kue kering ke rumah keluarga masing-masing.
Walaupun kita tidak bisa berkumpul bersama dan makan bersama di lebaran tahun ini, tapi setidaknya kita bisa menikmati makanan yang sama walaupun di tempat yang berbeda.
Kali ini, dirumah membuat berbagai macam kue untuk bisa kita bagikan dan kita kirim ke saudara-saudara yang lain, sebagian ada yang masih di daerah Jawa tengah, ada juga yang di Bekasi.
Walaupun jauh, tapi kita tetap bisa video call lewat WhatsApp untuk bisa berkomunikasi di hari raya.
Kendala yang kita alami yaitu kalo menggunakan WhatsApp itu terbatas, kalo menggunakan yang lain, jaringan kita yang susah, karena sebagian tinggal di daerah yang susah koneksinya.
Lebaran kali ini juga kita tidak menerima tetangga untuk berkunjung kerumah, hal ini memang susah di pahami sejak bulan awal puasa karena kondisi yang masih seperti ini.
Kita satu keluarga juga tidak sholat Ied ke masjid atau mushola, kita sholat di rumah kita masing-masing, walaupun ada sebagian masyarakat di sini yang melaksanakan sholat ke masjid.
Tetapi demi keamanan bersama, kami sekeluaraga memutuskan untuk tetap di rumah dan menjalankan ibadah dari rumah.
Walaupun sedih dan aneh rasanya di lebaran kali ini, tapi kita memang harus tetap jaga-jaga untuk kesehatan kita. Jalanan depan rumah juga tampak sepi, bunyi kembang api juga tidak seperti tahun-tahun biasanya.
Tempat-tempat yang biasanya dikunjungi semuanya ditutup.
Tapi dengan adanya kejadian seperti ini, kita bisa sadar bahwa kita harus selalu jaga kebersihan dan jaga kesehatan, karena itu penting untuk diri kita dan orang-orang di sekitar kita.
Apalagi dengan keadaan seperti ini, kita harus waspada dimanapun kita tinggal dan kemanapun kita pergi.
Kami tetap bersyukur masih bisa berbagi makanan apa yang kita makan untuk saudara daudara yang lain.
Sepi memang rasanya, walaupun lebaran keluarga kita hanya bertatap muka lewat Video Call dan tidak bisa berjabat tangan dan memeluk satu sama lain. Tapi pasti semuanya juga merasakan apa yang kami rasakan, rumah terasa sepi memang, tapi apa daya karena ini harus kami lakukan untuk bisa menjaga satu sama lain, untuk menjaga diri kita sendiri, keluarga kita, dan orang-orang di sekeliling kita.
Komentar
Posting Komentar