Ketidak Efektifan Pembelajaran Daring di Tengah Wabah Covid-19
Belajar online menjadi pilihan beberapa sekolah di
Cilacap. Hal ini dikarenakan wabah Covid-19 yang masih belum mereda dari bulan
maret. Hal ini berdampak pada pelaksanaan pembelajaran di sekolah-sekolah yang
tidak bisa bertatap muka secara langsung. Pembelajaran online di nilai masih
kurang efektif dan kurang tepat, karena banyaknya gangguan yang di alami oleh
siswa. Gangguan ini berupa macam-macam seperti susahnya signyal dan kurangnya
kepahaman akan teknologi. Adanya pembelajaran daring membuat siswa malas
belajar dan jam belajarpun menjadi berubah total. Hal ini terjadi di beberapa
sekolah di Cilacap Seperti di SMK N 1dan Di SMP PGRI Cilacap, pelaksanaan
sekolah daring di nilai masih kurang efektif karena hanya lewat WhatsApp,
seringkali siswa hanya di beri tugas lewat grup kelas masing-masing tanpa
adanya penjelasan terlebih dahulu. Hal ini juga terjadi di SD Karangkandri 03, guru hanya memberikan latihan-latihan soal lewat grup di WhatsApp dan di kumpulkan lewat grup itu juga. Adanya pembelajaran seperti ini membuat siswa kurang efektif dalam belajar, kurang pahamnya akan pelajaran yang harus di pelajari karena tidak ada penjelasan secara langsung dari guru. Dampak adanya covid-19 ini memang memberatkan untuk wali murid siswa yang memiliki waktu sedikit di rumah, dengan adanya daring mau tidak mau peran orang tua dalam hal memberi arahan kepada anaknya untuk belajar di saat seperti ini sangatlah penting untuk menggantikan sosok guru di rumah. Hal ini sangat merugikan kepada siswa yang orang tuanya harus bekerja di luar rumah dan kurangnya arahan untuk siswa mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru. Ini sebabnya pembelajaran daring dinilai kurang efektif untuk dilakukan.
Dikarenakan
untuk menghindari adanya penularan virus Coid-19 ini, pemerintah belum bisa
memberikan kepastian kapan pembelajaran di sekolah bisa mulai di laksakan
kembali. Menurut kabar yang beredar di daerah Cilacap, sekolah dengan tatap
muka secara langsung mungkin baru bisa dilaksanakan awal bulan januari. Karena
wabah Covid-19 ini masih belum mereda, siswapun harus tetap belajar lewat
daring sampai ada pemberitahuan lagi dari pemerintah. Jika memungkinkan sekolah
dengan tatap muka, mungkin bisa di lakukan dengan mengubah jadwal masuk untuk
para siswanya, seperti setengah siswa masuk jam pagi dan setengah siswa masuk
jam siang.
Dari pihak pemerintahpun masih belum jelas sampai kapan pembelajaran daring ini akan berlangsung karena seperti yang kita ketahui, korban wabah virus Covid-19 ini masih erus bertambah, jadi kita sebagai masyarakat yang taat dengan peraturan juga harus mengikuti protocol atau peraturan yang di perintahkan oleh pemerintah yaitu dengan selalu jaga jarak, cuci tangan, pake masker, dan selalu hidup sehat. Hal ini harus kita lakukan agar wabah yang sedang kita hadapi segera berakhir. Maka dari itu, pembelajaran juga tidak bisa di lakukan tatap muka untuk menghindari terjadinya penularan virus.

Komentar
Posting Komentar